Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan para penjual rokok elektronik agar menghentikan klaim produk mereka sebagai terapi untuk menghentikan kecanduan nikotin. WHO menilai, belum ada bukti produk itu aman atau mempunyai efek terapi, bahkan dikhawatirkan produk itu beracun. ” Para penjualnya seharusnya segera menghapus klaim bahwa produk itu dapat menjadi alat bantu yang dapat digunakan untuk berhenti merokok,” kata Dr. Ala Alwan, Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia untuk Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, seperti dikutip Reuters, awal pekan ini di Jenewa. Rokok elektronik biasanya terbuat dari baja tahan karat atau stainless stell , memiliki cekungan untuk melekatkan nikotin cair, bertenaga baterai, dan bekerja menyerupai rokok. Perokok menghisap alat yang tak perlu dinyalakan. Rokok itu memproduksi asap tipis yang diisap paru paru. Produk itu pertama kali dikembangkan di China tahun 2004 dan kini dipasarkan di sejumlah negara. (REUTERS/EVY)
Gambar: Rokok elektrinik




Komentar Terakhir